Akhirnya, dia
memutuskan untuk menciptakan versi yang bisa digunakan unuk PC dari
UNIX. Kerja keras selama berbulan-bulan menghasilkan cikal bakal dari
sistem operasi yang dikenal sebagai Linux, yang kelak delapan tahun
kemudian dikembangkan menjadi apa yang dikatakan oleh banyak pengamat
sebagai ancaman bagi raksasa Microsoft yang sangat dikenal dengan
sistem operasi Windowsnya.
Begitu Linus berhasil menciptakan versi kasar dari Linux, dia
memposting pesan dalam internet untuk mengenalkan sistem barunya kepada
pengguna PC yang lain. Linus membuat softwarenya dapat didownload
secara percuma, dan, sebagaimana biasa dilakukan oleh sesama software
developer pada saat itu, dia merilis source codenya, yang berarti bahwa
semua orang yang memiliki pengetahuan tentang pemograman komputer dapat
memodifikasi Linux untuk disesuaikan dengan tujuan mereka
masing-masing. Linux segera memiliki banyak pendukung yang antusias,
karena mereka dapat memiliki akses ke source codenya, dan dapat menolong
Linus untuk memperbaiki dan menyempurnakan software tersebut.
Mengoperasikan Linux membutuhkan kecerdasan tehnik yang cukup, sebab
mengoperasikannya tidak semudah menggunakan sistem operasi yang lebih
populer, seperti Windows, Mac milik Apple Computer, atau OS/2 milik
IBM. Namun, karena para volunteer developer memuji diri sendiri akan
kualitas kerja kerasnya, Linux menjadi cukup dikenal dengan keungulan
sebagai sistem yang efisien dan jarang sekali terjadi crash.
Linux mendapatkan
kejayaannya pada akhir 1990-an ketika para kompetitor dari Microsoft
mulai mengembangkan sistem operasi tersebut secara serius. Perusahan
Netscape Communication, Corel, Oracle, Intel dan perusahaan-perusahaan
lain mengumumkan bahwa mereka berencana untuk mensuport Linux sebagai
alternatif yang tidak mahal dari Windows. Saat skenario ini mulai
terbentuk, pengemar Linux dan media menggambarkan Linus sebagai David
yang maju melawan Raksasa, Bill Gates, salah satu pendiri dan pimpinan
Microsoft.
Linus mengatakan dia
tidak iri dengan kesuksesan keuangan dari Bill Gates, atau Microsoft.
Pada tahun 1999, diperkirakan tujuh juta komputer beroperasi dengan
menggunakan Linux, masih bisa didapatkan secara percuma,dan banyak
perusahaan software besar mengumumkan berencana akan mendukungnya.
Dalam waktu yang sama, Linus mengambil posisi di Transmeta Corp., yang
dimiliki oleh salah satu pendiri Paul Allen, bekerja dalam sebuah proyek
yang sangat rahasia, yang diasumsikan oleh banyak komunitas high-tech
akan berkembang beberapa serangan di masa depan bagi kerajaan
Microsoft.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar