Minggu, 06 Mei 2012

Membuat Autorun Sendiri +Tampilan Menunya


Membuat Autorun Sendiri +Tampilan Menunya


28Jul07







#1 Untuk CD/DVD


Ketika kita membuat sebuah CD untuk orang lain, kadang kita ingin ketika orang tersebut memasukkan CD maka muncullah tulisan yang perlu dibaca dahulu atau ada sebuah aplikasi yang berjalan secara otomatis beberapa saat begitu CD dimasukkan. Nah, ketika itulah kita perlu membuat CD yang mempunyai autorun.


Karena Saya pernah membuat beberapa CD interaktif , setidaknya ada beberapa cara-cara praktis yang ingin Saya tuliskan disini, eh bentar, disclaimer dulu!!! apa yang Saya tuliskan disini adalah murni dari pengalaman, Jadi jangan tertawakan ya kalau ada cara-cara yang agak aneh… oh iya cara-cara yang Saya pakai disini tingkat keberhasilannya mencapai 68% pada komputer yang ber-OS windows (artinya hasilnya tidak semuanya berhasil).


Ok, sekarang, bagaimana caranya? Hehehe gampaang… sediakan contoh CD yang sudah ada autorunnya seperti CD bonus majalah atau CD interaktif apapun. Pertama-tama coba kita pelajari apa yang ada di CD yang ada autorunnya tetapi tidak di CD biasa, Anda lihat? ya benar! itu dia, sebuah file bernama ‘autorun’ yang berekstensi ‘inf’. Nah sekarang kita lihat-lihat isinya… coba double klik






Adapun cara membuat file autorun.inf adalah sebagai berikut:





1. Membuat File Autorun.inf


- buka notepad


- ketik:


[autorun]


open=namaFile.exeYangMauDiJalankanOtomatisPadaCDnya


icon=namaFileIkon.icoYangMauDijadikanIkonPadaCDTersebut





contoh:


[autorun]


open=mySalman.exe


icon=mySalman.exe





- klik save as


- pilih ‘save as type’-nya all files (jangan text!) kemudian beri nama autorun.inf (namanya harus autorun + ekstensinya harus inf)


- copy-kan file autorun.inf ke CD tersebut






perhatian:


- cara lain membuatnya adalah dengan kopipes+edit


- file autorun.inf harus berada di root utama CD tersebut, sedangkan file .exe yg diautorun boleh setara dengannya atau di folder bawahnya


- aturan penulisan di Windows tidak case sensitive


- file yang bisa berjalan otomatis pada autorun hanya file application (*.exe, *.bat, *.com, *.hta, dsb) sedangkan untuk file-file lain tidak, tetapi ada cara meng’akali’nya yaitu dengan membuat aplikasi yang membuka file lain secara otomatis berikut caranya:





2. Membuat Autorun File Selain Application


- buka notepad


- ketik:


start namaFileYgMauDibuka.xxx





contoh:


start sebuahFolderDalamCDKlik!Salman.pdf





- klik save as


- pilih ‘save as type’-nya all files (jangan text!) kemudian beri nama kemudian beri ekstensi .bat


- copy-kan file .bat ke CD tersebut


- jangan lupa pada autorun.inf yang di-open adalah file .bat tersebut






3. Membuat Menu Autorun


Misalkan kita ingin memberikan pilihan kepada User yang memasukkan CD kita —apakah mau membaca readme, menjalankan aplikasi, atau browse isi CD— maka kita perlu membuat sebuah menu autorun yang berisi pilihan-pilihan tersebut. Kita dapat membuatnya dengan beberapa cara yaitu menggunakan software khusus pembuat autorun, misalnya autoplay menu builder, demoshield, dsb. ini adalah cara paling mudah. Atau bisa juga kita buat aplikasi sendiri dengan membuat program console maupun dengan tampilan visual.


Karena Saya terbiasa menggunakan Flash maka Saya lebih senang membuat aplikasi menu autorun dengan menggunakan Flash (selain juga karena mudah membuatnya dan mengkastemaiznya).







ActionScript penting yang digunakan kali ini adalah fscommand (“exec”,”namafile.bat”) untuk menjalankan file .bat yang telah kita isikan script yg sebelumnya dan getURL(““) untuk meng-explore isi CD kita. Penjelasannya adalah sebagai berikut:





fscommand(command:String, parameters:String) : Void


untuk menjalankan aplikasi kita bisa memakai command ‘exec’ yang mempunyai parameter berupa path dari aplikasi dan mempunyai kegunaan untuk mengeksekusi sebuah aplikasi. Perintah exec hanya akan bekerja dari file Flash projector (tidak bisa dari SWF). Perintah exec juga hanya akan mengeksekusi file yang berada di subdirektori yang bernama fscommand (ntah kenapa nama foldernya harus fscommand, tapi biarlah terserah developer yg buatnya…) jadi kesimpulannya, file-file .bat akan kita simpan di folder fscommand ini yang nantinya akan dipanggil oleh sang Flash projector. contoh: di sebuah tombol kita berikan script tombol.onRelease=function(){fscommand(“exec”,”buka.bat”)} maka dia akan mengeksekusi aplikasi buka.bat yang ada di folder fscommand yang setara dengan path dari file flash tersebut.



getURL(url:String, [window:String, [method:String]]) : Void


action getURL biasanya dipakai untuk me-load sebuah dokumen dari suatu URL spesifik ke sebuah window atau melewatkan variabel ke aplikasi lain ke URL lain. misalnya kita buat sebuah tombol dengan script tombol.onRelease=function(){getURL(“http://faisalman.wordpress.com”, “_blank”)} yang akan membuka browser dan menuju ke halaman yang dituju, atau getURL(“mailto:blablabla@balabala.com”)untuk mengirimkan ke email. Nah, untuk meng-explore path CD kita ternyata bisa dengan mengosongkan URL dalam action getURL(“”) maka dia akan meng-explore path Flash tersebut berada –yang ada di path utama CD kita.


Peringatan!!! : Tambahan lagi, browser defaultnya harus IE (ih, ketinggalan jaman) kalau ngga cara ini 68% akan gagal.


update lagi: eh, ternyata yang seperti ini ada trik untuk mengakalinya lihat di http://www.actionscript.org/resources/articles/693/1/



Kemudian pada bla…bla…bla… pokoknya nanti hasilnya akan seperti ini:







keterangan: ikon-ikonnya dibuat dengan teknik tracing (lihat artikel sebelumnya)


lieurkah? nah karena Saya sudah mulai malas menulis, lebih baik langsung liat contohnya saja. Silahkan unduh di http://tinyurl.com/F4154LMAN-template-autorun disitu sudah ada source fla dan contoh bagaimana nanti hirarki dan isi dari CDnya. Sekian. [euh,udah males nulis, kapan2 disambung lagi]

gambar terakhir, contoh aplikasi autorun yang pernah Saya (dan kawan2 Pustena) buat pada CD interaktif GAMAIS 2006, kalau Anda mahasiswa ITB angkatan 2006 maka 90% pasti punya CDnya.





kalau ada sumur di ladang bolehlah kita menumpang ngamen, kalau ada umur panjang bolehlah Saya meminta komen (comment –red).


Berikut beberapa link yang ada dari wikipedia tentang autorun
MSDN AutoRun.inf Commands
AutorunCreator – A free/open-source program for creating autorun files (Autorun Creator)
CDInterface Studio – A free/open-source program to create autorun discs
Yellowpipe.com – Create an autorun file online (Autorun Generator)
Visual Autorun – Software to add autorun features to discs
AutoRunner – Visual tool to create autorun discs
Autorun Software CDMenuPro – Create autorun menu applications for CD, DVD and USB Flash Drive
How-To Tuesday: Disable AutoRun on Windows!
Windows Annoyances: Turn Off the CD-ROM Autorun
AutoRun Architect – Popular software for creating customized autoruns
AutoRun – Simple .ini based autorun system
AppExplorer – A free/open-source autorun application that can dynamically catalog applications on the CD
Autoplay Repair – Basic tool for creating, repairing or deleting Autoplay entries from the Windows Registry
ShelExec – A free alternative to the shellexecute option that works in all 32-bit versions of Windows and supports filenames with spaces
AutoRun Wizard – Wizard walks you through simple steps to create a cd autorun



#2 Untuk Flashdisk


Buatlah file dengan nama desktop.ini (perhatikan caranya sama seperti membuat autorun.inf, yaitu dengan menggunakan notepad). File ini berguna untuk mengubah background flashdisk, warna text, dan memberikan label infotip untuk flashdisk kita. Adapun isinya adalah sebagai berikut:





[.ShellClassInfo]


InfoTip= Faisalmandisk :: jika anda sedang meminjam, jagalah Flashdisk ini baik-baik





[ExtShellFolderViews]


[{BE098140-A513-11D0-A3A4-00C04FD706EC}]


IconArea_Image= gambarbackground.jpg


IconArea_Text= 0xcc00aa





Script ini saya lihat dari sebuah contoh file…


- Ganti kalimat infotip untuk mengganti label flashdisk.


- Ganti iconarea_image dengan gambar yang ingin dijadikan background, misal gambarnya bernama gambarsaya.jpg yang ada di dalam folder bernama foldergambar maka IconArea_Image=foldergambargambarsaya.jpg


- Ganti nilai iconarea_text dengan warna pilihan (pada contoh disini 0xc00aa merupakan nilai hexa dari warna ungu, coba ubah nilai hexa-nya jadi 0xffffff atau 0×000000, warna apa yang terjadi?)


Kemudian, buat juga file autorun.inf jika kita ingin mengubah icon flashdisk kita dan menjalankan program autoplay yang telah kita buat sendiri. Isi autorun.inf adalah sebagai berikut (dengan asumsi di flashdisk kita sudah tersedia file yg namanya ReadMe.exe dan ikonFaisalman.ico):






[Autorun]


Open = ReadMe.exe


Icon = ikonFaisalman.ico


Action=Faisalmandisk – Baca dulu peringatan ini!!!



shellexecute = ReadMe.exe



shellopencommand = ReadMe.exe


shellautocommand = ReadMe.exe




Teknik autorun ini banyak dipakai oleh virus-virus yang menyebar lewat flashdisk. Lihat gambar di bawah ini, background flashdisk kita sudah berubah menjadi gambar (warnanya saya biarkan default). dan yang menarik, tulisan Action pada autorun.inf akan ditampilkan pada saat autoplay…



Kemudian lihat gambar yang satu lagi ini,ketika membuka explorer maka label infotip kita akan muncul disitu. Dan.. wow, icon flashdisk kita sudah berubah !!!






Mencegah Penyebaran Virus / Malware Komputer Lewat Usb Flashdisk


      Salah satu cara virus menyebar secara offline adalah lewat perangkat Usb Flash disk dengan menggunakan Autorun.inf yang sering kali terdapat pada usb drive anda. Banyak software yang dapat anda gunakan untuk mematikan autorun pada usb flahsdisk. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut:
  1. USB Defender USB Defender adalah software portable yang simple, aplikasi ini dapat me detect USB drive / Flashdisk yang terhubung ke komputer dan tinggal klik tombol protect untuk melindungi komputer anda dari autorun virus yang ada di flashdisk.
    USB defender
  2. Panda USB Vaccine Panda USB Vaccine adalah anti malware gratis dari panda security. Tools ini dapat mematikan fitur autorun yang ada di komputer, dan juga autorun yang terdapat di flash disk. Panda USB Vaccine

Melindungi Flash Disk dari Virus Autorun


Melindungi Flash Disk dari Virus Autorun – Protect My Disk


Virus Autorun sangat terkenal bagi pengguna Flash Disk, Jika anda memiliki antivirus terinstal di aomputer anda, maka anda dapat terlindungi dari virus autorun ini. Namun Virus Autorun ini dapat menginfeksi Flash Disk anda saat dicolokkan ke komputer orang lain mungkin teman anda.

Protect My Disk adalah software gratis untuk melindungi flash disk anda terhadap virus autorun yang dapat masuk ke flash disk anda.
ArpanTECH – Disable Autorun Flashdisk
Mencegah Penyebaran Virus / Malware Komputer Lewat Usb Flashdisk



Anda tidak perlu menginstal aplikasi ini dan tidak memakan banyak space USB Flash disk anda. Protect My Disk membuat folder khusus yang berukuran 0 KB untuk mencegah Windows dari meng-copy virus autorun ke flash disk anda.

Aplikasi ini tidak akan mengganggu program antivirus yang terinstal di komputer anda. Ada kemungkinan antivirus anda mendeteksi folder autorun.inf sebagai threat. Namun jika anda menggunakan fitur “advanced protection” dari aplikasi ini maka antivirus tidak mungkin dapat menghapus folder tersebut.

Protect My Disk adalah freeware, dan dapat digukanan di semua Sistem Operasi Windows.

Cara memaksimalkan kinerja win7

langsung saja ..

1. Klik Kanan di My Computer / Properties



2. Klik Advanced System Settings – Tab Advanced



3. Di bagian Performance, klik tombol Setting



4.

  • Pilih Ajust for best performance, kemudian centang /tandai di beberapa pilihan seperti diatas.
  • Klik tombol Apply OK

5.

  • Lanjut ke bagian Start Up and Recovery (di gambar point 2), klik Setting. Kemudian rubah nilai “Time to display list of operating system” menjadi 03 detik ato tergantung pilihan anda.
  • Klik OK



6.

  •  Di bagian Performance lagi (Gambar pont 2), di Tab Advanced
  • Setting Virtual Memory (Memory Maya untuk membantu kinerja RAM) dengan mengklik tombol Change.
  • Pilih partisi yang kapasitas bebas/free nya yang paling besar.
  •  Pilih Custom Size, kemudian tentukan nilai untuk Virtual Memory.
  • Jika Ram/Memory kompi anda adalah 512 Mb, maka di Initial Size nya adalah 512 Mb, dan di Maximum Size nya adalah 1024 Mb. Begitu seterus nya tergantung kelipatan/kapasitas RAM atau memory kompi anda





7.

  • Sela njutnya, setting SERVICE process yang berjalan di belakang layer yang tidak terlihat oleh user. 
  • Caranya Klik Kanan My ComputerManage.




8. 

  • Matikan Proses proses seperti : Windows Update, Security Center, Task Schedule, Windows Firewall atau service yang kira kira tidak anda butuhkan.



9. 

  • double klik di service yang hendak dimatikan, setting startup type menjadi disable, kemudian klik tombol stop atau kebalikan nya
  • Klik Apply dan ulangi langkah ini untuk service service yang tidak begitu penting.
  • Restart computer anda.



by : aiseng24

Cara Membuat Backup Windows 7

Cara Membuat Backup Windows 7

Bagaimana cara membuat backup pada Windows 7 ? Pada Windows 7, kelemahan backup windows vista telah diperbaiki, dan tampaknya ada kesempatan baik bahwa kita akhirnya akan mendapatkan tools yang baik untuk membuat backup files. Dalam Window 7 (fase beta, build 7000), tools Backup Status and Configuration digantikan oleh tools yang disebut “Backup and Restore”. Anda dapat mengaksesnya dengan masuk ke Control Panel dan mengetik “backup” di kotak pencarian. Salah satu hasilnya akan membawa Anda ke sana.
backup windows 7
Bisa juga Anda klik [Start] lalu dalam kotak start search silakan ketik “backup” dan fasilitas ini akan terbuka.
backup windows 7x
Pilihan lain adalah klik [Start] dan dalam kotak start search ketik [sdclt.exe] lalu Enter.
Jendela Backup and Restore akan terbuka seperti dibawah ini;
backup windows 7xx
Klik tombol [Set up backup] untuk melakukan backup.
Windows Backup akan di mulai, dan hal pertama yang Anda butuhkan adalah mengkonfigurasi media target yang Anda inginkan untuk menyimpan backup file. Anda dapat memilih hard disk lokal atau media eksternal. Jika Anda memilih disk lokal pastikan bahwa lokasi ini masih dapat diisi, yang berarti bahwa Anda dapat menambah, menghapus, atau mengurangi konten pada lokasi tersebut.
Setelah Anda memilih media backup, tekan [Next] pada gambar dibawah ini.
backup windows 7a
Pada langkah ini, seandainya Anda memutuskan untuk memilih flsh disk sebagai media penyimpanan backup, silakan masukkan flash disk dan silakan pilih media ini sebagai media backup dan Backup Files akan dimulai.
backup windows 7b
Selanjutnya, pilihlah apa yang ingin Anda backup. Anda bisa meminta windows sendiri yang memilihnya atau Anda sendiri yang akan memilih secara individual folders and drives yang ingin Anda back up.
backup windows 7c
Jika Anda membiarkan Windows yang memilih, maka windows secara default akan membackup juga data berikut ini;
  • Data files that are saved in libraries, on the desktop, and in default Windows folders including Pictures (Digital photographs, clipart, drawings, and other image files)
  • Documents (Word processor files, spreadsheets, presentations, and other document files)
  • Music (Music, play lists, CD tracks, and other audio files)
  • Video (Videos and movies)
  • E-mail (E-mail messages and contact lists that are stored on your computer
  • Compressed files (such as zip, rar, and cab) and Additional files.
CATATAN: Hanya file lokal di libraries akan termasuk dalam backup. Jika Anda memiliki file dalam sebuah libraries yang disimpan pada drive jaringan atau di internet, mereka tidak akan dimasukkan dalam cadangan.
Catatan lain yang menarik: Jika drive tujuan diformat menggunakan sistem file NTFS dan memiliki cukup ruang disk, program-program system image anda, Windows, dan semua driver dan pengaturan registri secara otomatis akan dimasukkan dalam cadangan. Image ini dapat digunakan untuk memulihkan isi komputer Anda jika hard drive Anda atau komputer berhenti bekerja.
Beri tanda centang pada [Include a system image] lalu klik [Next].
backup windows 7d
Jika Anda memilih secara manual memilih folder yang akan dibackup, semuanya akan di-back up. Namun, Windows Backup tidak akan mengembalikan item berikut:
  • Files in known system folders (folders that contain files that Windows needs to run) – these are backed up only when you create a system image – read my “Working with System Image Backups in Windows 7”article for more information (insert link to existing article).
  • Known program files (files that define themselves as part of a program in the registry when the program is installed).
  • Files stored on hard disks that are formatted using the FAT file system.
  • Files that are in the Recycle Bin.
  • Temporary files on drives that are smaller than 1 GB.
Klik [Next] dan akan muncul gambar berikut;
backup windows 7e
Jika Anda memasukkan ke pilihan username Anda, Anda akan dapat memilih jenis file yang ingin disertakan dalam backup ini. Lihat gambar dibawah;
backup windows 7f
Jika sudah selesai, klik [Next].
backup windows 7g
Pada jendela selanjutnya, Anda dapat mengubah skedul backup. Secara default akan dimulai pada setiap Sunday at 7:00 PM. Klik [Change Schedule] dan silakan tentukan sendiri jika Anda mau. Lihat gambar dibawah;
backup windows 7s
Setelah Anda memilih, klik [Save settings and run backup].
backup windows 7xx
Setelah proses terakhir diatas selesai, sekarang Anda punya cadangan sudah tersimpan dan pada saat Anda membutuhkannya, tinggal klik tombol [Restore my files] seperti pada gambar diatas.

by : aiseng24

Cara Membuat Backup Windows 7 ke Sebuah Harddisk

Cara Membuat Backup Windows 7 ke Sebuah Harddisk

     Pada Windows 7 Anda bisa temukan sebuah fitur Backup and Restore untuk memudahkan Anda membuat backup dari Windows 7 Anda serta melakukan restore dari backup tersebut dengan mudah juga. Fasilitas backup di Windows 7 akan melakukan backup terhadap semua dokumen Anda yang ada pada folder Library, seperti Document, Music, Pictures dan lain-lain. Jika Anda meletakkan backup pada sebuah hard drive yang berformat NTFS dan berukuran cukup besar, maka proses backup juga akan membuat system image Windows 7 Anda.
Proses backup pada Windows 7 juga bisa dilakukan secara otomatis dan berkala (schedule backup). Schedule backup ini akan menghapus backup lama dan menggantinya dengan backup yang terbaru. Anda juga mempunyai beberapa pilihan lokasi penyimpanan backup. Anda bisa melakukan backup ke hard disk, backup ke DVD, dan bisa juga melakukan backup ke network.
Jika pada backup disertakan juga system image Windows 7, maka Anda akan membutuhkan sebuah system repair disk untuk melakukan restore system image. Cara membuatnya bisa Anda simak di artikel Cara Membuat CD Repair (System Repair Disc) Windows 7 atau pada artikel Cara Membuat System Repair Disc Windows 7 dengan Flashdisk. Anda bisa booting menggunakan system repair disk yang Anda miliki, kemudian memilih system image yang akan di-restore.
Pada artikel kali ini, saya akan membahas cara membuat backup Windows 7 ke sebuah harddisk. Untuk cara membuat backup Windows 7 ke network dan membuat backup ke sebuah DVD akan saya bahas pada artikel selanjutnya. Berikut langkah-langkah membuat backup Windows 7 ke sebuah harddisk:
  1. Buka Control Panel. Pada item System and Security, klik Backup your computer.
  2. Control Panel Backup Item
  3. Di jendela selanjutnya, klik tulisan Set Backup.
  4. Set Up Backup
    Klik gambar untuk memperbesar
  5. Pada jendela Backup Wizard yang pertama, pilih partisi harddisk atau drive ekternal (flashdisk atau harddisk eksternal) yang akan dijadikan lokasi backup. Klik Next untuk melanjutkan.
  6. Pilih Lokasi Backup
    Klik gambar untuk memperbesar
  7. Selanjutnya, pilih opsi Let Windows choose (recommended) dan klik Next. Jika Anda ingin menentukan apa saja yang akan dibackup, pilih Let me choose.
  8. Let Windows Choose Backup
    Klik gambar untuk memperbesar
  9. Pada jendela selanjutnya, klik tombol Save settings and run backup untuk memulai proses backup.
  10. Review Backup Settings
    Klik gambar untuk memperbesar
  11. Proses backup akan segera dimulai. Tunggu hingga proses backup s Waktu yang dibutuhkan proses backup ini tergantung dari ukuran file yang akan di backup.
Sekian tutorial cara membuat backup Windows 7 ke sebuah harddisk. Pada artikel selanjutnya, saya akan membaut tutorial cara membuat backup Windows 7 ke sebuah DVD. Semoga bermanfaat dan selamat mencoba.

by : aiseng24

kegunaan system restore

Kegunaan System Restore

    Berbeda dengan back up system restore hanya mempengaruhi sistem komputer anda saja, selebihnya tidak. System restore sangat dapat menjadi jalan alternatif ketika sistem pada komputer Anda bermasalah. System Restore bukan fitur baru dalam Windows XP. Bukan juga fitur yang sangat lama. System Restore sudah mulai diperkenalkan sejak Windows Me diluncurkan. System Restore memungkinkan seorang administrator untuk mengmbalikan system pad kondisi sebelumnya tanpa kehilangan data personal. Tindakan ini biasanya dilakukan bila perubahan yang di berikan/terjadi pada sistem Anda membuat sistem menjadi tidak stabil atau tidak sebagaimana mestinya. System Restore memperhatikan setiap perubahan yang terjadi sistem. Dan selalu memberikan tanda pada saat perubahan terjadi. Selain mencatat perubahan sistem, System Restore juga melakukan pencatatan sendiri yang dinamakan Restore Checkpoint. Restore Checkpoint adalah titik diman pemeriksaan dilakukan oleh komputer Anda, atau juga dapat dikatakan titik waktu dimana komputer melakukan Capture terhadap system. Anda juga dapat mengembalikan kondisi system pada kondisi-kondisi sebelumnya dimana komputer memiliki catatannya. Catatan dilakukan sampai tingkat ketelitian detik. Restore Checkpoint juga dapat Anda lakukan secara manual dengan dilengkapi keterangan tersendiri. System Restore tidak hanya melakukan restorasi harddisk yang digunakan untuk operating sistem dja, melainkan semua partisi harddisk. Sebab biasa nya Anda menginstal sebuah program pada partisi yang berbeda dengan letak oprating sistem Anda. Pembahasan selanjutnya mengenai System Restore hanya akan terbatas pada Windows XP saja. Aktivasi System Restore Bagaimana mengaktifkan system restore? Sebenarnya secara standar, sytem restore akan aktif dengan otomatis, segera setelahWindowa berhasil diinstal. Aktifnya system restore membutuhkan minimal 200 MB pad setiap partisi. Jika ruang yang ada minimal ada tidak mencukupi maka secara otomatis *** system restore akan dinonaktifkan, sampai kapasitas ruang kembali mencukupi. Bagaimana bila ingin mengkontrol (mengaktifkan atau mematikan) System Restore? Proses kontrol ini dapat dilakukan secara manual, bila Anda inginkan. Caranya ikuti langkah berikut : 1) Klik kanan pada My Computer, lalu pilih Propertis 2) Pada jendela Propertis, pilih halaman System Restore 3) Pada halaman ini, Anda dapat mematikan semua Sytem Restore pada partisi dengan memberikan tanda centrang pad opsi Turn off system restore on all drives(dibagian paling atas). Atau secara manual mematikan System restore satu persatu pad masing masing partisi. Caranya : a) Pilih partisi yang ada di kolom Available drives. Lalu tekan tombol setting di sebelah kanan b) Kemudian berikan tanda centrang pad opsi turn off System restore on this drive c) Sebagai catatan : pada partisi dimana Windows di instal hal ini dapat dilakukan. Satu-satunya cara mematikan partisi ini adalah dengan mengikut langkah ketiga dimana system restore pada semua partisi ikut dimatikan. Dapatkah kapasitas system restore di kecilkan? Dikecilkan tidak mungkin. Namun bisa diperbesar tergantung pada besar harddisk yang digunakan. Maksimal sampai 12% kapasitas harddisk. Jika catatan yang dimiliki oleh system restorre terus bertambah maka secara otomatis system restore akan menghapus catatan terlama, ketika ada catatan terbaru akan masuk. Bila ingin mengatur ruang untuk system restore Anda dapat melakukannya pada System Restore Setting yang ada pada propertis My Computer (perhatikan pertanyaan kedua). Berikut langkah detailnya 1) Pilih partisi (dalam kolom Available drives) yang akan Anda tentukan kapasitas system restore-nya 2) kemudian tekan tombol setting. Setelah itu tentukn persentase kapasitas yang diinginkan. Apakah kerja system restore dapat mempengaruhi kinerja sistem komputer itu sendiri? Tidak. System restore tidak bekerja non-stop secara terus menerus ia hanya membutuhkan waktu beberapa detik saja untuk dapat melakukan pencatatan (system snapshot). Dan pencatatan ini juga dilakukan hanya pada saat komputer dalam keadaan menyala, namun tidak sedang digunakan. Siapa saja yang dapat menggunakan system restore ? Hanya user yang memiliki hak administrator saja yang dapat melakukan restorasi sistem. Juga untuk melakukan pengaturan sistem restore(pertanyaan kedua dan ketiga). Meskipun demikian pencatatan restore point yang dilakukan secara otomatis oleh komputer akan tetap berjalan, dengan menggunakan hak login siapa saja. Hanya sistem saja apa saja yang direstorasi oleh system restore? Yang di restorasi oleh system restore hanya file yang ada pad sistem saja. Selebihnya tidak. Berbeda dengan fitur back-up yang menyimpan data personal. Meskipun demikian, bukan berati sistem anda kembali menjadi nol atau ter-reset. Misalnya saja password pada Windows yang tidak akan ikut terrestorasi. Begitu *** password yang ada pada cache memory internet explorer anda. Namun, lain halnya dengan password yang ada pada program-program. Misalnya password untuk login ke Yahoo!. Umumnya Anda yang mengaktifkan fitur remember user name and password atau automatically login, tidak akan dapat melihat password Anda masih tertulis disana, kolom password ini kosong. Jangan panik. Karena password pada aplikasi semacam ini umumnya disimpan pada server luar komputer Anda, sehingga Anda tidak perlu khawatir. Cukup masukan login dan password yang sama, Anda pun dapat mengakses kembali ke Yahoo! Messenger Anda. Apalagi yang direstorasi dan yang tidak direstorasi oleh sytem restore? Berikut adalah data lain yang direstorasi oleh sytem restore : 1) Perubahan yang ada dalam registry 2) Profil local 3) COM + DB 4) WFP.dll cache 5) WMI DB 6) IIS Metabase Dan berikut dalah data lain yang tidak direstorasi dengan system restore : 1) Setting pada DRM 2) Setting pada WPA 3) Data pada folder redirect program. Bagaimana dengan aplikasi?apakah system restore akan melakukan uninstal pada aplikasi tersebut? Aplikasi yang sudah diinstal tidak di-uninstal oleh system restore. Apalagi jika aplikasi tersebut memangtidak dimonitor oleh system restore. Oleh sebab itu, ada baiknya bila Anda meng-uninstall terlebih dahulu aplikasi yang akan dihilangkna, kemudian lakukan system restore. Pada aplikasi, system restore hanya akan menghilangkan perubahan-perubahan baik yang terjadi pada sistem karena aplikasi tersebut maupun pada registry. Serta menghapus semua file tambahan yang berkaitan dengan aplikasi tersebut. Ingat bahwa system restore berbeda dengan back up Untuk data personal baik yang tersimpan dalam My Document setiap profil atau data pada partisi terpisah, tidak akan mengalami perubahan apapun. Karena memang system restore tidak mengamati file-file seperti itu.(doc,JPEG, dan sebagainya) Restore Point Pada saat kapan saja restore point dilakukan? Tidak ada waktu pasti kapan restore point dilakukan. Yang pasti pembuatan restore point yang dilakukan secara otomatis oleh komputer hanya dilakukan bila komputer idle. Dan untuk proses ini komputer akan selalu stand by. Sehingga kapan saja(setiap hari sekalipun)komputer idle, system restore baru membuat restore point. Bagaimana membuat restore point? Cara membuat restore point secara manual adalah sebagai berikut: 1) Tekan menu start 2) Pilih All Program, Accecoris, System Tools, System Restore. 3) Setelah System restore Wizard terbuka berikan tanda pada create a restore point, dan tekan tombol next 4) berikan nama pada restore point yang Anda buat, tekan Next 5) kemudian tekan tombol create. Restore point yang Anda buat akan dicatat sebagai restore point pada jam dan waktu pembuatan dilakukan. Bagaimana menghapus restore point? Penghapusan restore point hanya dapat dilakukan sekaligus untuk semua restore point kecuali restore point yang paling terakhir dilakukan. Kecuali Anda menonaktifkan system restore – penonaktifan akan membuat restore point hilang semua. Klik kanan partisi dimana restore point ingin dihapus, lalu pilih propertis. Kemuadian tekan tombol Disk Clean Up dan buka halaman More Option. Setelah itu pada bagian System Restore tekan tombol Clean Up. Bagaimana menjalankan system restore ? System restore dapat digunakan baik dalam modul normal atau safe mode. Untuk mengakses system restore dari modul normal: 1) Pilih menu Start, All Program, accessories, System Tools, System Restore. 2) Setelah itu pada opsi dikanan atas pilih Restore My Computer to an earluer time. Tekan Next. 3) Tentukan waktu dimana system ingin dikembalikan. 4) Jika sudah yakin terus Next, sampai kemudian system restore akan berjalan. 5) Setelah selesai menjalankan restorasi akan muncul layar memberikan laporan. Untuk menjalankan system restore pada halaman safe mode, Anda dapat langsung menekan opsi tersebut pada saat akan masuk dalam safe mode. System Restore dalam safe mode sangat berguna bila ternyata kerusakan yang ada membuat Anda tidak dapat melakukan booting sebagaimana normalnya. Sehingga dapat kembali dengan mudah ke keadaan sebelum booting gagal. Bagaimana? Sekarang Anda sudah mengetahui apa manfaat System Restore. Tidak ada salahnya lagi menggunakan System Restore ini dari pada harus berkali-kali menggunakan opsi repair atau perbaikan yang ada pada Windows. Proses System Restore hanya memakan waktu sebentar. Setelah System Restore dijalankan, komputer akan me-restart dan login dalm modul biasa. Bila sudah seperti ini, maka komputer sudah dapat digunakan kembali. Catatan : Setiap kali selesai menyingkirkan sebuah virus, sebaiknya Anda mereset System Restore Anda. Agar pada saat System Restore dijalankan, virus tidak tersimpan atau terinstal kembali. Cara me-reset System Restore adalah dengan cara menonaktifkan sementara lalu mengaktifkannya kembali dengan segera. Hal ini dikarenakan untuk virus-virus tertentu, mereka akan kembali terestorasi begitu System Restore di jalankan. Oleh sebab itu, harus benar-benar diperhatikan ketika Anda terfikir untuk menjalankan System Restore. 

by : aiseng24
Kegunaan system restore
Gunanya ya kalau menurut aku untuk mengembalikan data .
Tapi bisa juga untuk menghapus virus.Caranya,
Pertama, klik star> all program >accessories>system tools>lalu
Klik di system restore nya.
Jadi kalau anda pilih Restore my computer to an earlier time akan muncul tampilan
Seperti ini..


Dan setelah itu anda tinggal pilih waktu yang main kemaren atau lama sebelum nya.
Tapi anda harus sabar menunggunya , karna prosesnya agak lama.
 Dan cara kedua,
Hampir sama caranya seperti di atas,
Tapi cara 2 ini kita yang menentukan kapannya kita main computer kemaren.
Atau Date atu time nya,caranya

Dan setelah itu akan muncul seperti ini,,,


Lalu pilih create dan next
Finish..

by : aiseng24

menampilkan partisi yg hilang

Cara Menampilkan Kembali Partisi Yang Hilang Pada Windows 7


Mungkin kita pernah mengalami dimana jendela My Computer atau Windows Explorer tidak berisi partisi harddisk yang kita miliki. Kalo hal tersebut menimpa kita jangan terburu-buru untuk panik. Coba lakukan beberapa hal yang akan lughot sharing guna menampilkan kembali partisi yang hilang dari jendela my computer anda. Bagaimana cara mengembalikan partisi yang hilang tersebut? Berikut cara-caranya :
1. Klik “Windows Logo” (Start Menu) di pojok kiri bawah
2. Klik Kanan “Computer” pilih “Manage”
3. Muncul jendela baru “Computer Management”
4. Arahkan ke “Computer Management” >> “Storages” >> Disk Management”
5. Klik kanan Partisi HDD Anda yg belum dinamai >> Pilih “Change drive letter and Path”
6. Pilih Drive Letter yg Anda suka, misal D:, E: dll >> lalu pilih “OK”
Lakukan langkah yang sama pada partisi-partisi yg belum dinamai / belum tampil di Windows Explorer
semoga bermanfaat….

by : aiseng24